Anak Maleo dalam hatchery Tambun

Burung Maleo tidak mengerami telurnya seperti layaknya bangsa burung lain, Burung Maleo meletakkan telurnya dalam tanah yang memiliki temperatur cukup hangat untuk menetaskannya, kehangatan ini dipengaruhi oleh panas matahari, panas bumi atau oleh keduanya. Selama perkembangan dan pertumbuhan embrional berlangsung diperlukan lingkungan dan suhu yang stabil dan memadai. Perkembangan dan pertumbuhan embrional sangat ditentukan oleh kondisi lingkungannya  yaitu suhu dan kelembaban. 

Telur maleo memiliki cangkang yang sangat tipis (tapi cukup kuat menahan tekanan dari luar), dengan demikian anak Maleo akan dengan mudah memecahkan kulitnya dan mampu keluar dari telur tanpa ada bantuan dari induknya. Anak Maleo memerlukan waktu 2-3 hari untuk sampai ke permukaan tanah dan menjadi individu yang mandiri dengan pertumbuhan bulu yang sudah lengkap sehingga sudah mampu terbang ke hutan.

Telur Maleo mempunyai masa inkubasi yang sangat panjang antara 55–90 hari, kadang–kadang lebih lama jika cuaca basah dan dingin. Waktu anak Maleo menggali tanah keatas sekali -kali berhenti dan bergerak lamban untuk beristirahat diantara dua periode dan mengerahkan semua tenaganya. anak Maleo berusaha agar dia bisa lolos ke permukaan melalui pasir yang gembur dan berbatu, selubung bulunya terlepas sehingga ketika muncul ke permukaan tanah dia siap terbang dan bertahan hidup di hutan yang liar. 

Namun ada juga telur Maleo yang tidak menetas karena membusuk, ada juga anak Maleo yang gagal mencapai permukaan tanah (mati) karena di kerumuni dan digigit semut waktu masih didalam tanah, ada juga yang dimakan Biawak atau Anjing saat anak Maleo tersebut tergeletak kelelahan dalam usahanya mencapai permukaan tanah. Anak Maleo yang baru menetas mempunyai berat antara 109-170 gram, dan beratnya tergantung dari besar kecilnya telur yang di tetaskan.

Pencarian
Bahasa
Indonesia English
Video Terkini
Wisata Alam

PEMBINAAN HABITAT MALEO DI AREAL TAMBUN
Selain tindakan pengamanan kawasan yang harus diperketat, pemulihan habitat dan populasi burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang ada di kawasan TNBNW sangat perlu dilakukan. Upaya pemulihan tersebut dapat dilakukan melalui Kegiatan Pembinaan Habitat Maleo secara berkala.Pembinaan Habitat Maleo di areal Tambun,…
» selengkapnya

INVENTARISASI BABIRUSA di SPTN I SUWAWA
Dengan Latar Belakang Populasi Babirusa yang diyakini terus mengalami tekanan sebab perburuan dan kerusakan habitat sehingga populasi Babirusa di alam terus menurun, maka kondisi ini harus segera dibenahi dengan melakukan tindakan konservasi yang tepat antara lain dengan melakukan pembinaan habitat…
» selengkapnya

Kategori
Lokasi Pengunjung
Banner
Program Kegiatan Bogani Nani Wartabone
Lihat Peta Bogani Nani
video