Burung Rangkong

Jenis aves endemik lainya yang terdapat dalam kawasan TNBNW adalah burung rangkong (Aceros cassidix) atau dikenal dengan nama burung rangkong Sulawesi ekor putih. Dihutan, rangkong sangat mudah di kenali karena ukuran tubuhnya relatif besar dengan kombinasi warna bulu yang indah, terutama pada bagian kepala dan leher jantan. Di kawasan TNBNW terdapat pula jenis rangkong kecil yang di sebut kangkareng Sulawesi (Penelopides exarhatus). Kedua jenis rangkong ini menunjukkan tipe penggunaan kanopi pohon secara unik. Rangkong Sulawesi (Aceroscassidix) hidup dan makan secara unik pada kanopi atas, sedangkan kangkareng Sulawesi (Penelopides exarhatus) menempati kanopi bawah.
Kedua jenis burung tersebut memiliki kebiasaan bertelur yang menarik. Si jantan dengan bantuan betina, menggunakan lumpur untuk mengurung betina dalam sarang di lubang pohon yang di pilihnya dan hanya di tinggalkan lubang kecil untuk memberikan makan kepada si betina. Si betina tetap terkurung dalam lubang pohon selama mengerami telurnya dan memelihara anaknya sampai mereka mapu terbang.
Selama musim bertelur dari Juli sampai September si jantan bekerja keras menyediakan makanan untuk keluarganya. Buah ara (pohon beringin) merupakan sumber makanan yang penting bagi burung-burung ini, dan menunggu dekat pohon yang sedang berbuah merupakan cara termudah untuk mengamati burung-burung tersebut. Burung rangkong Sulawesi ekor putih pada gilirannya juga memainkan peran penting dalam penyebaran biji pohon itu. Burung rangkong ini oleh penduduk/masyarakat setempat di sekitar kawasan TNBNW di sebut burung taong atau Kalow dalam bahasa daerah Bolaang Mongondow. Burung ini banyak di temukan dalam kawasan Taman Nasional. Mereka terbang dengan suaranya yang keras dan parau (yang mengembang untuk menyimpan buah-buah), si jantan mempunyai kepala mempunyai garis-garis merah, dan menurut perkiraan burung itu memiliki garis merah baru setiap tahun. Kangkareng Sulawesi adalah rangkong terkecil dan lebih sulit dilihat. Burung yang berwarna indah kuning dan hitam ini hidup berkelompok, dan siap mempertahankan wilayahnya. Musim telurnya dari bulan April sampai Juli dan anak-anak burung yang lebih besar membantu burung jantan dewasa menyediakan makan bagi burung betina dan anak-anaknya yang baru menetas.

Pencarian
Bahasa
Indonesia English
Video Terkini
Wisata Alam

PEMBINAAN HABITAT MALEO DI AREAL TAMBUN
Selain tindakan pengamanan kawasan yang harus diperketat, pemulihan habitat dan populasi burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang ada di kawasan TNBNW sangat perlu dilakukan. Upaya pemulihan tersebut dapat dilakukan melalui Kegiatan Pembinaan Habitat Maleo secara berkala.Pembinaan Habitat Maleo di areal Tambun,…
» selengkapnya

INVENTARISASI BABIRUSA di SPTN I SUWAWA
Dengan Latar Belakang Populasi Babirusa yang diyakini terus mengalami tekanan sebab perburuan dan kerusakan habitat sehingga populasi Babirusa di alam terus menurun, maka kondisi ini harus segera dibenahi dengan melakukan tindakan konservasi yang tepat antara lain dengan melakukan pembinaan habitat…
» selengkapnya

Kategori
Lokasi Pengunjung
Banner
Program Kegiatan Bogani Nani Wartabone
Lihat Peta Bogani Nani
video