HUTAN UNTUK KEHIDUPAN Oleh : Aris Setyawan


Hutan merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan satwa.  Banyak jenis tumbuhan dan satwa yang hidup dalam hutan. Berbagai jenis pohon besar, pohon kecil, tumbuhan tinggi, tumbuhan menjalar, serta berbagai satwa liar dapat dijumpai dalam hutan. Hutan dengan berbagai jenis tumbuhan dan satwanya saling membutuhkan satu sama lainnya, mereka mempunyai hubungan timbal balik dan sudah membentuk kesatuan ekosistem yang tidak bisa dipisahkan. Hutan dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, sehingga berbagai jenis  tumbuhan dan satwa yang terdapat dalam hutan sangat beragam.

Hutan merupakan sumber oksigen yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup di muka bumi. Pohon, semak, bunga, rerumputan, dan sebagainya yang tumbuh di hutan selalu memproduksi dan menyebarkan oksigen ke seluruh permukaan bumi, sehingga tidak salah jika hutan dikatakan sebagai paru-paru bumi, karena hutan merupakan komponen utama bagi para penghuni bumi dalam mendukung aktivitas hidup mereka.
    
Sebaliknya, berbagai aktivitas manusia telah membuat bumi menjadi kotor, pencemaran udara, air, dan tanah terjadi dimana-mana, sehingga sangat mengganggu dan membahayakan kelangsungan hidup manusia dan mahkluk-makhluk lainnya. Namun dengan adanya hutan, berbagai polutan khususnya polutan udara akan bisa diserap dan dirubah menjadi oksigen, sehingga begitu besarnya jasa hutan yang telah diberikan kepada manusia dan makhluk hidup lainnya.

Kondisi hutan yang baik akan menghasilkan air yang sangat banyak, berbagai jenis tumbuhan khususnya pohon-pohon besar yang tumbuh dalam hutan, akan menahan air hujan dan menyimpannya dalam tanah, sehingga air bisa terkumpul untuk dimanfaatkan. Tidak hanya itu, keberadaan berbagai jenis tumbuhan tersebut mampu mencegah berbagai bencana, perakaran pohon-pohon yang kuat dapat mencegah tanah longsor. Dengan demikian salah satu fungsi hutan sebagai pengatur tata air ternyata sangat mendukung proses kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Hutan merupakan sumber daya alam yang mampu menopang kesejahteraan hidup manusia.  Dalam meningkatkan pendapatanya, masyarakat bisa menikmati dan memanfaatkan hasil-hasil hutan kayu dan non kayu secara lestari dan bijaksana, sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Berdasarkan fungsinya, hutan dapat digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu Hutan Lindung, Hutan Konservasi, dan Hutan Produksi. Hutan Lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, untuk mengatur sistem tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut dan memelihara kesuburan tanah. Hutan Produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok untuk menghasilkan sesuatu dari keragaman hasil hutan seperti kayu, rotan, damar, dan lain-lain.

Hutan Konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok sebagai pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Hutan Konservasi terdiri atas Kawasan Suaka Alam (KSA), Kawasan Pelestarian Alam (KPA), dan Taman Buru. Kawasan Suaka Alam dapat dibedakan atas Cagar Alam (CA) dan Suaka Margasatwa (SM). Kawasan Pelestarian Alam dapat dibedakan atas  Taman Nasional (TN), Taman Hutan Raya (THR), dan Taman Wisata Alam (TWA). Banyak orang yang memanfaatkan hutan dengan cara yang serakah, tidak mengindahkan peraturan -peraturan yang berlaku demi menjaga kelestariannya, akhirnya hutan menjadi rusak. Akibatnya, berbagai tumbuhan dan satwa serta habitatnya menjadi terganggu, dan hilang. Pada musim kemarau sumber-sumber air menjadi kering, sementara pada musim hujan terjadi banjir, karena pohon-pohon yang semula berperan sebagai penahan jatuhan dan derasnya air hujan banyak yang hilang.

Dengan demikian, keberadaan hutan sangat penting dalam mendukung proses kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Setiap hari manusia sangat membutuhkan air bersih dan udara segar, betapa sengsaranya manusia ketika sumber air mengering, areal pemukiman terendam banjir, jalur transportasi terhambat longsor. Maka jaga dan lestarikanlah hutan disekitar kita agar kehidupan manusia dan makhluk-makhluk lain  tetap sejahtera.
________,1998. PP Nomor 68 tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Dephut. Jakarta.
________,1999, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999, tentang Kehutanan.
________,2009. Pendidikan Lingkungan Hidup dan Budaya. Yayasan Lestari. Sulut.

Pencarian
Bahasa
Indonesia English
Video Terkini
Wisata Alam

PEMBINAAN HABITAT MALEO DI AREAL TAMBUN
Selain tindakan pengamanan kawasan yang harus diperketat, pemulihan habitat dan populasi burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang ada di kawasan TNBNW sangat perlu dilakukan. Upaya pemulihan tersebut dapat dilakukan melalui Kegiatan Pembinaan Habitat Maleo secara berkala.Pembinaan Habitat Maleo di areal Tambun,…
» selengkapnya

INVENTARISASI BABIRUSA di SPTN I SUWAWA
Dengan Latar Belakang Populasi Babirusa yang diyakini terus mengalami tekanan sebab perburuan dan kerusakan habitat sehingga populasi Babirusa di alam terus menurun, maka kondisi ini harus segera dibenahi dengan melakukan tindakan konservasi yang tepat antara lain dengan melakukan pembinaan habitat…
» selengkapnya

Kategori
Lokasi Pengunjung
Banner
Program Kegiatan Bogani Nani Wartabone
Lihat Peta Bogani Nani
video