PEMBENTUKAN KADER KONSERVASI TINGKAT PEMULA ANGKATAN -3 DI BALAI TNBNW



Pembangunan Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAH&E) di Indonesia  merupakan pembangunan terpadu dalam meningkatkan peran kawasan hutan khususnya hutan konservasi, guna meningkatkan mutu kehidupan masyarakat. Salah satu langkah awal dalam memasyarakatkan kesadaran konservasi adalah dengan membentuk kader-kader konservasi, yang mana dengan keberadaannya diharapkan mampu berperan dalam mewujudkan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Berkaitan dengan hal tersebut, pada tanggal 19 s/d 21 Oktober 2012, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) telah membentuk kader-kader konservasi tingkat pemula, sebagai upaya dalam membangun semangat dan jiwa konservasi dikalangan masyarakat desa penyangga.

Kegiatan pembentukan kader konservasi tahun 2012 ini dibuka secara langsung oleh Kepala Balai TNBNW, Ir. Agustinus Rante Lembang M.Si.  Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa keberadaan TNBNW sebagai salah satu kawasan konservasi di Sulawesi Utara sangatlah penting. Karena, seiring dengan perkembangan peradaban dunia, masalah konservasi merupakan salah satu permasalahan dunia yang menjadi pembicaraan (tranding topic) internasional, maka dalam melaksanakan konservasi SDAH&E perlu dibentuk kader-kader konservasi dari berbagai kalangan masyarakat, sehingga mereka bisa berpartisipasi dalam menjaga kelestarian SDAH&E, yang diharapkan manfaatnya dapat terus dirasakan sampai anak cucu dan generasi yang akan datang.


Kegiatan Pembentukan Kader Konservasi ini diikuti oleh 30 peserta. Para peserta tersebut merupakan tenaga pengajar (guru) Sekolah Dasar (SD) yang berada / berbatasan dengan kawasan TNBNW. Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan Pembentukan Kader Konservasi ini adalah untuk membentuk kader-kader konservasi yang mampu menyampaikan pesan-pesan konservasi, bersedia memelihara dan menjaga lingkungan hidup serta keberadaan TNBNW, memiliki kepedulian dan rasa empati terhadap kondisi hutan dan lingkungan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow.


Para peserta yang merupakan tenaga pengajar diharapkan bersedia menyampaikan pesan-pesan KSDAH&E kepada anak-anak didiknya, rekan-rekan kerjanya, dan masyarakat pada umumnya, serta  dapat menjadikan pendidikan konservasi sebagai mata pelajaran yang diajarkan secara formal di sekolah-sekolah se Kabupaten Bolaang Mongondow.


Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini antara lain : Bina Suasana Pelatihan; Kehutanan Umum; Dasar-Dasar Kepemimpinan; Dasar-Dasar Ekologi; Flora dan Fauna Indonesia; Dasar-Dasar Konservasi; Pembinaan Cinta Alam; Wisata Alam; PPPK dan SAR; Praktek Lapangan, serta Diskusi Interaktif. Berkenaan dengan materi-materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Balai TNBNW bekerjasama dengan beberapa pihak sebagai mitranya, seperti Universitas Dumoga Kotamobagu, wildlife conservation society (WCS), Yayasan Rimbawan (LSM local), dan Pemerintah Daerah setempat.

Dalam prakteknya, para peserta diajak secara langsung menganalisis vegetasi dan mengenali keanekaragaman jenis sumber daya alam hayati, hal ini dimaksudkan agar mereka lebih memahami dan merasakan bagaimana kondisi sesungguhnya dalam kawasan TNBNW, para peserta juga mendapatkan materi aplikatif dibidang P3K dan SAR, yang mana kedua materi tersebut sangat penting bagi mereka.  Selain itu, para peserta juga diajak untuk mengunjungi salah satu obyek wisata  alam yang terdapat di resort Dumoga Timur / Lolayan, yaitu air terjun Mengkang, yang mana air terjun tersebut  merupakan salah satu destinasi / titik wisata alam andalan Balai TNBNW.


Para peserta sangat antusias dan semangat mengikuti setiap kegiatan, baik kegiatan dalam kelas maupun  dalam praktek lapangan. Para peserta yang ditetapkan sebagai Kader Konservasi Tingkat Pemula angkatan ke-3 binaan Balai TNBNW ini, diharapkan dapat menjadi kader-kader konservasi yang lebih aktif dan peduli terhadap hutan dan lingkungannya, serta menjadi pionir yang bersedia bergerak  menyebarluaskan pesan-pesan dan upaya-upaya konservasi pada masyarakat luas di wilayahnya.

Peliput : Aris Setyawan,
Editor : Taufik Hamzah.















Pencarian
Bahasa
Indonesia English
Video Terkini
Wisata Alam

PEMBINAAN HABITAT MALEO DI AREAL TAMBUN
Selain tindakan pengamanan kawasan yang harus diperketat, pemulihan habitat dan populasi burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang ada di kawasan TNBNW sangat perlu dilakukan. Upaya pemulihan tersebut dapat dilakukan melalui Kegiatan Pembinaan Habitat Maleo secara berkala.Pembinaan Habitat Maleo di areal Tambun,…
» selengkapnya

INVENTARISASI BABIRUSA di SPTN I SUWAWA
Dengan Latar Belakang Populasi Babirusa yang diyakini terus mengalami tekanan sebab perburuan dan kerusakan habitat sehingga populasi Babirusa di alam terus menurun, maka kondisi ini harus segera dibenahi dengan melakukan tindakan konservasi yang tepat antara lain dengan melakukan pembinaan habitat…
» selengkapnya

Kategori
Lokasi Pengunjung
Banner
Program Kegiatan Bogani Nani Wartabone
Lihat Peta Bogani Nani
video