PEMBINAAN HABITAT MALEO DI AREAL TAMBUN

Selain tindakan pengamanan kawasan yang harus diperketat, pemulihan habitat dan populasi burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang ada di kawasan TNBNW sangat perlu dilakukan. Upaya pemulihan tersebut dapat dilakukan melalui Kegiatan Pembinaan Habitat Maleo secara berkala.

Pembinaan Habitat Maleo di areal Tambun, SPTN Wilayah II Doloduo,  dimaksudkan untuk memperbaiki kondisi alam yang menjadi habitat bagi Maleo, sehingga diharapkan areal Tambun sebagai habitat Maleo dapat pulih kembali keutuhannya.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menyelamatkan habitat Maleo dari gangguan manusia, menyelamatkan perburuan telur Maleo oleh manusia dan predator lain, memperbaiki dan menata habitat agar Maleo kembali bertelur pada habitatnya, Tersedianya jenis tanaman yang menjadi sumber pakan serta tempat berlindung bagi Maleo, dan menjadikan lokasi peneluran Maleo di areal Tambun sebagai daerah sasaran wisata baik penelitian maupun pendidikan.

Metode Pelaksanaan dalam kegiatan  Pembinaan Habitat Maleo di areal Tambun adalah sebagai berikut :
1.    Survey lapangan;
2.    Menentukan lokasi pemagaran dan penanaman tanaman sumber pakan dan tanaman pelindung bagi Maleo, dan mendata letak serta luas lokasi tersebut.
3.    Melakukan pembersihan lokasi penanaman tanaman sumber pakan dan tanaman pelindung yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.
4.    Melakukan penanaman tanaman sumber pakan dan tanaman pelindung bagi Maleo, dengan jarak tanam sesuai kondisi lapangan.
5.    Membuat/memperbaiki pagar pengaman pada lokasi habitat Maleo.

Dari Kegiatan Pembinaan Habitat Maleo 2012 yang dilaksanankan di areal Tambun  dapat disimpulkan bahwa habitat Maleo memiliki komponen penting yang terdiri dari tempat mencari makan, tempat tidur dan istirahat, tempat bertelur dan berlindung/bersembunyi, yang sebagian besar tempat tersebut merupakan hutan.

Jenis pohon yang disenangi Maleo untuk bertengger serta beristirahat sebelum dan sesudah bertelur mempunyai percabangan pohon yang banyak serta bentuk percabangannya terbuka, tinggi pohon 5 meter s/d 30 meter dari permukaan tanah.

Selain itu, tempat bertelur Maleo di areal Tambun memiliki karakteristik yang khas, berupa tanah berpasir kerikiril, dengan temperatur tanah hangat yang dipengaruhi oleh sumber air panas didekatnya serta sinar matahari. Burung Maleo dapat dijumpai pada pagi hari antara pukul 05.00 s/d 09.00 serta sore hari antara pukul 15.00 s/d 18.00.
(t4uf1k_hz)




Pencarian
Bahasa
Indonesia English
Video Terkini
Wisata Alam

PEMBINAAN HABITAT MALEO DI AREAL TAMBUN
Selain tindakan pengamanan kawasan yang harus diperketat, pemulihan habitat dan populasi burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang ada di kawasan TNBNW sangat perlu dilakukan. Upaya pemulihan tersebut dapat dilakukan melalui Kegiatan Pembinaan Habitat Maleo secara berkala.Pembinaan Habitat Maleo di areal Tambun,…
» selengkapnya

INVENTARISASI BABIRUSA di SPTN I SUWAWA
Dengan Latar Belakang Populasi Babirusa yang diyakini terus mengalami tekanan sebab perburuan dan kerusakan habitat sehingga populasi Babirusa di alam terus menurun, maka kondisi ini harus segera dibenahi dengan melakukan tindakan konservasi yang tepat antara lain dengan melakukan pembinaan habitat…
» selengkapnya

Kategori
Lokasi Pengunjung
Banner
Program Kegiatan Bogani Nani Wartabone
Lihat Peta Bogani Nani
video