Pengelolaan TNBNW Berbasis Resort. Oleh : Vence Momongan



Pengelolaan Taman Nasional  Berbasis Resort merupakan suatu sistem manajemen pengelolaan, bukan merupakan program kegiatan yang berakhir pada ujung sebuah kegiatan. Peningkatan kapasitas pengelolaan resort di Taman Nasional pada dasarnya merupakan langkah opti-malisasi terhadap pengelolaan unit terkecil. Dalam Implementasinya, pengelolaan Taman Nasional berbasis resort diharapkan mampu mempercepat pencapaian tujuan suatu pengelolaan Taman Nasional. Berkenaan dengan Pengelolaan Taman Nasional berbasis resort di TNBNW, maka program tersebut dapat ditempuh melalui beberapa langkah sebagai berikut :

Penataan Wilayah Kerja Resort.
Penataan wilayah kerja resort merupakan langkah awal dalam mewujudkan optimalisasi pengelolaan kawasan hutan. Penataan wilayah kerja resort meliputi penataan luasan dan batas-batas wilayah kerja yang dituangkan dalam peta wilayah kerja resort. Menurut Chapman (1950), pembagian hutan menjadi unit-unit pengelolaan terkecil merupakan langkah awal dalam kegiatan pengusahaan hutan, tujuannya adalah untuk memberikan kepastian wilayah kerja, memudahkan dalam mengiventarisasi sumber daya hutan, serta memudahkan dalam melakukan perencanaan organisasi dan manajemen hutan.

Dalam pembagian hutan, terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, faktor-faktor tersebut adalah lokasi dan penyebaran hutan, luasan hutan, kemampuan pengawasan dan tangung jawab terhadap pekerjaan, wilayah pemasaran, topografi, fasilitas angkutan, karakteristik, dan inventarisasi. Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) terbagi menjadi 3 (tiga) Wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN), yaitu : SPTN Wilayah I Suwawa, SPTN Wilayah II Doloduo, dan SPTN Wilayah III Maelang. Masing-masing SPTN terbagi menjadi 3-4 wilayah resort yang meliputi :
?    SPTN wilayah I Suwawa terdiri dari 4 resort, yakni Resort Bone Pantai, Resort Bone, Resort Bolango, dan Resort Tulabolo Pinogu.
?    SPTN Wilayah II Doloduo terdiri dari 4 resort, yakni Resort Dumoga Timur dan Lolayan, Resort Dumoga Utara, Resort Dumoga Barat, dan Resort Pantai Selatan.
?    SPTN Wilayah III Maelang terdiri dari tiga resort, yakni Resort Maelang, Resort Pinogaluman, dan Resort Buroko.

Penataan Sumber Daya Manusia.
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal utama dalam menjalankan berbagai kegiatan di unit pengelolaan Taman Nasional, terutama dalam kegiatan Assesment biodiversity and ecosystem serta penentuan Key Features Biodiversity sebagai pedoman awal bagi keberlanjutan pengelolaan, disamping upaya Perlindung-an dan Pengamanan Hutan. Penataan sumber daya manusia pada tingkat resort dapat ditempuh dengan meningkatkan kualitas pengetahuan, pemahaman, serta keahlian para petugas resort dalam berbagai aspek pengelolaan kawasan melalui berbagai pendidikan dan latihan teknis bidang Kehutanan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam meningkatkan efektifitas penge-lolaan kawasan TNBNW, yaitu :
1.    Luasan kawasan TNBNW pada setiap resort pengelolaan harus sesuai dengan peta kerja yang telah ditetapkan.
2.    Zonasi kawasan TNBNW harus jelas, mengingat setiap resort memiliki beberapa zonasi yang berbeda baik status maupun luasannya, sehingga berpengaruh dalam menentukan prioritas pengelolaan perlindung-an, pengamanan, pengawetan dan peman-faatan secara lestari SDAH&E.
3.    Memperhatikan aksesibilitas, mengingat dalam melaksanakan inspeksi terhadap kawasan TNBNW, aksesibilitas pada setiap Resort berbeda-beda.
4.    Memperhatikan perbedaan kualitas dan kuan-titas sumber daya manusia pada tingkat resort pengelolaan.
5.    Sarana dan prasarana.
Dari beberapa aspek tersebut, kemudian ditentukan jenis kegiatan yang merupakan tanggung jawab  setiap resort pengelolaan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan pelaporan. Kegiatan dimaksud mencakup tiga pilar konservasi, yaitu :
1.    Perlindungan sistem penyangga kehidupan, dalam hal ini kegiatan pengamanan kawasan TNBNW yang dilakukan oleh resort pengelola-an, baik secara preventif, represif, maupun pendekatan terhadap masyarakat yang menun-jang upaya perlindungan dan peng-amanan kawasan TNBNW, termasuk kegiatan pen-cegahan, pengendalian dan penang-gulangan kebakaran hutan.
2.    Pengawetan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya, yang meliputi Pemantauan jenis dan habitat flora fauna dengan mencatat serta  merekam habitat dan populasinya dalam suatu areal tertentu, serta pendataan perkembangan dan keberadaan satwa liar beserta habitatnya seperti areal Tambun dan Muara Pusian.
3.    Pemanfaatan secara lestari, dalam hal ini resort pengelolaan harus siap melakukan patroli, operasi gabungan, operasi fungsional, penyuluhan, penjagaan, serta interpretasi po-tensi dan obyek wisata alam.
Dari berbagai kegiatan yang telah dipaparkan, hal terpenting yang harus dilakukan oleh resort pengelolaan adalah mencatat, merekam, dan melaporkan data yang telah diperoleh. Sebagaimana yang telah dikemukakan, bahwa untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan Taman Nasional berbasis resort dibutuhkan penetapan awal menyangkut tugas minimal resort, yang diselaraskan dengan Tupoksi jabatan fungsional personil resort.

Daftar Pustaka,
Hatono,2008. Mencari Bentuk Pengelolaan Taman Nasional di Indonesia dalam Tinjauan Reflektif Praktek Pengelolaan Taman Nasional
______, 1990. UU No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Departemen Kehutanan.
______, 2006. Rencana Pengelolaan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone 2006.


Pencarian
Bahasa
Indonesia English
Video Terkini
Wisata Alam

PEMBINAAN HABITAT MALEO DI AREAL TAMBUN
Selain tindakan pengamanan kawasan yang harus diperketat, pemulihan habitat dan populasi burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang ada di kawasan TNBNW sangat perlu dilakukan. Upaya pemulihan tersebut dapat dilakukan melalui Kegiatan Pembinaan Habitat Maleo secara berkala.Pembinaan Habitat Maleo di areal Tambun,…
» selengkapnya

INVENTARISASI BABIRUSA di SPTN I SUWAWA
Dengan Latar Belakang Populasi Babirusa yang diyakini terus mengalami tekanan sebab perburuan dan kerusakan habitat sehingga populasi Babirusa di alam terus menurun, maka kondisi ini harus segera dibenahi dengan melakukan tindakan konservasi yang tepat antara lain dengan melakukan pembinaan habitat…
» selengkapnya

Kategori
Lokasi Pengunjung
Banner
Program Kegiatan Bogani Nani Wartabone
Lihat Peta Bogani Nani
video