WISMA BINA CINTA ALAM (BCA) TORAUT Sebagai aset penunjang pariwisata alam di TNBNW

Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) terus berupaya meningkatkan pengelolaan dibidang pariwisata alam, salah satu upayanya adalah melalui pembangunan Wisma Bina Cinta Alam Toraut, pembangunan ini dilakukan guna menunjang upaya memperkenalkan keberadaan, fungsi dan manfaat TNBNW kepada masyarakat.
Wisma Bina Cinta Alam Toraut merupakan sebuah wisma milik TNBNW yang terletak di Desa Toraut, Kec. Dumoga Barat, Kab. Bolaang Mongondow, yang secara pengelolaan masuk dalam Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) wilayah II Doloduo. Wisma ini di bangun di atas areal ± 1 hektar dengan jarak lokasi dari kantor Balai TNBNW sekitar 60 Km dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda 4 dan roda 2 dalam waktu sekitar 1,5 jam.  
Menurut sejarahnya, wisma ini pada mulanya merupakan sebuah tempat penelitian yang dibangun pada tahun 1986-1987, beberapa bangunan yang ada kemudian di sewa dan dikelola sebagai pusat penelitian Taman Nasional oleh salah satu instansi peneliti yaitu Wallacea, oleh karena itulah masyarakat lebih mengenal wisma ini dengan sebutan Wisma Wallacea.  Selanjutnya Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) mengelola dan memanfaatkan
wisma Wallacea sebagai sarana dalam rangka mengembangkan wisata alam serta menggunakan wisma tersebut sebagai tempat peristirahatan bagi para wisatawan dan para peneliti yang berkunjung ke TNBNW khususnya di wilayah Toraut. Pada tahun 2007-2008 wisma ini direhabilitasi guna meningkatkan fasilitas pelayanan bagi para pengunjung, dan sekarang wisma tersebut lebih dikenal dengan nama Wisma Bina Cinta Alam Toraut (wisma BCA Toraut).
Wisma BCA Toraut memiliki fasilitas yang cukup memadai, di wisma tersebut terdapat tiga bangunan penginapan dengan fasilitas lengkap seperti kamar mandi, tempat tidur kelas A (double) sebanyak dua kamar dan tempat tidur kelas B (single) sebanyak delapan kamar. Selain itu terdapat juga dapur umum, disana pengunjung bisa menggunakan fasilitas dapur untuk memasak, jika tidak sempat memasak para pengunjung pun bisa memesan makanan. Di sebelah dapur umum terdapat ruang makan yang cukup luas, ruangan tersebut bisa digunakan untuk bersantai / kumpul-kumpul bersama sambil menikmati hidangan
makanan, disebelah ruang makan terdapat bangunan yang cukup luas dan sengaja dibangun untuk acara-acara pertemuan atau rapat, di depan ruang rapat terdapat sebuah aula yang bisa dimanfaatkan sebagai gardu pandang untuk menikmati hamparan pemandangan alam TNBNW yang nampak di depan kompleks Wisma Bina Cinta Alam, selain itu pengunjung bisa memanfaatkan fasilitas olah raga berupa lapangan badminton dan jogging track di sekitar wisma.
Selain digunakan sebagai tempat penginapan, wisma BCA juga memiliki areal yang dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan pecinta alam, antara lain :
     Areal perkemahan (Kemah Konservasi).
     Lokasi pembinaan pramuka (Saka Wanabakti).
     Tempat pendidikan dan latihan penyuluhan.
     Tempat pelatihan pemandu dan interpreter.
     Lokasi kegiatan dalam rangka kerjasama dengan institusi pendidikan seperti Perguruan Tinggi/Akademi.
Disekitar Wisma BCA terdapat beberapa obyek wisata alam yang potensial seperti Air Terjun Tumpah, bird watching, jalur trek untuk menikmati pesona alam Toraut, pengamatan Tarsius, dan sebagainya. Keberadaan wisma BCA ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan pariwisata alam di TNBNW serta dapat mendukung upaya-upaya konservasi dalam pengelolaan Taman Nasional Bogani Wartabone.

Pencarian
Bahasa
Indonesia English
Video Terkini
Wisata Alam

PEMBINAAN HABITAT MALEO DI AREAL TAMBUN
Selain tindakan pengamanan kawasan yang harus diperketat, pemulihan habitat dan populasi burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang ada di kawasan TNBNW sangat perlu dilakukan. Upaya pemulihan tersebut dapat dilakukan melalui Kegiatan Pembinaan Habitat Maleo secara berkala.Pembinaan Habitat Maleo di areal Tambun,…
» selengkapnya

INVENTARISASI BABIRUSA di SPTN I SUWAWA
Dengan Latar Belakang Populasi Babirusa yang diyakini terus mengalami tekanan sebab perburuan dan kerusakan habitat sehingga populasi Babirusa di alam terus menurun, maka kondisi ini harus segera dibenahi dengan melakukan tindakan konservasi yang tepat antara lain dengan melakukan pembinaan habitat…
» selengkapnya

Kategori
Lokasi Pengunjung
Banner
Program Kegiatan Bogani Nani Wartabone
Lihat Peta Bogani Nani
video